Dalam keterangannya, Wadirreskrimum Polda DIY AKBP K. Tri Panungko, S.I.K., M.M., mengungkapkan bahwa tim psikologi independen telah melakukan pemeriksaan psikologi terhadap tersangka berinisial HP. Senin, ( 03/04/2023 ).
Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa HP memiliki kompetensi dalam memberikan keterangan secara mandiri dan bertanggung jawab.
Peristiwa pembunuhan yang terjadi didasari oleh motif ekonomi, yaitu adanya tekanan ekonomi yang dirangsang terus-menerus dari aktivitas rutin tersangka berupa bermain judi online dan melihat tayangan YouTube tentang cara melumpuhkan seseorang hingga meninggal.
Lebih lanjut, AKBP Panungko mengungkapkan bahwa HP memilih korban berdasarkan karakteristik korban yang dapat memungkinkan tujuannya tercapai.
Selain itu, tersangka HP sebelumnya sudah mengetahui lokasi tempat kejadian perkara (TKP) karena pernah menginap di lokasi tersebut yang dekat dengan tempat kerjanya.
Sedangkan korban A dipilih oleh pelaku karena sebelumnya pernah berinteraksi sehingga pelaku tidak kesulitan untuk meminta bertemu dengan korban.
Dari hasil pemeriksaan psikologi juga didapati bahwa tersangka memiliki risiko keberbahayaan dalam mengulangi perilakunya.
Tim psikologi independen dan Polda DIY terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus untuk mendapatkan kepastian hukum atas peristiwa tersebut.
( Bayu / dumm )

