-->

Type something and hit enter


By On
advertise here

Media DNN - Gunungkidul, DIY | Sebuah kontroversi mencuat di Kabupaten Gunungkidul, dimana program bantuan pipanisasi dan peternakan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) diduga dimanfaatkan oleh seorang calon legislatif (Caleg).

Kejadian ini terungkap dalam wilayah Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, di mana Caleg tersebut disebut sebagai anak dari petinggi BAZNAS Gunungkidul.

Seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkap bahwa dalam program bantuan tersebut, masyarakat diminta membuat proposal pengajuan ke BAZNAS Gunungkidul. Namun saat sosialisai menggiring opini warga ada bahasa dari ketua BAZNAS " Ning kowe retio program iki seko aku ", padahal saat ini anak dari ketua Baznas Gunungkidul mencalonkan sebagai kandidat calon legislatif.

Koordinator LSM Gunungkidul Coruption Watch (GCW) menanggapi dengan prihatin, menyatakan bahwa anggaran BAZNAS seharusnya diperuntukkan untuk kegiatan sosial, bukan politik. Ia menekankan perlunya tindakan tegas terhadap oknum Caleg dan petinggi BAZNAS yang diduga memanfaatkan program tersebut sebagai sarana politik.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Gunungkidul, Drs. Mustangid, M.Pd, saat di konfirmasi menepis kabar tersebut dan mengklaim bahwa program yang telah diberikan sesuai prosedur.

Meskipun anaknya menjadi Caleg, Mustangid menegaskan bahwa program BAZNAS tidak ditumpangi politik, dan bahwa partisipasi anaknya dalam pemilihan tidak seharusnya mempengaruhi kegiatan sosial BAZNAS.

Kontroversi ini mencuatkan pertanyaan etika seputar pengelolaan dana zakat untuk kegiatan politik, sementara pihak berwenang dan LSM menekankan perlunya kejelasan dan transparansi dalam pelaksanaan program-program amil zakat.

(Red).

Click to comment