Media DNN - Bali | Semangat gotong royong terpancar nyata di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh pada Kamis 30/4/2026. Personel Kodim 1617/ Jembrana bersama staf Desa, BPD, Klian, hingga LPM tampak bahu-membahu dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menjadi harapan baru bagi mobilitas warga setempat.
Pemandangan penuh kebersamaan ini terlihat saat seluruh elemen tersebut turun langsung mengambil dan melansir material batu secara manual. Tidak ada sekat antara aparat keamanan, perangkat desa, maupun tokoh masyarakat; semuanya bekerja dengan satu tujuan: mempercepat ketersediaan infrastruktur desa yang layak.
Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap teknis yang krusial, yakni proses pengecoran pengait sling bawah pada sisi tepi jauh jembatan. Tahap ini membutuhkan ketelitian dan kerja keras mengingat fungsinya yang sangat vital bagi kekuatan struktur jembatan gantung tersebut.
Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf S.y Gafur Thalib menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan upaya menjaga warisan budaya bangsa, yaitu gotong royong. Sinergi antara TNI dan seluruh komponen desa di Yehembang Kauh membuktikan bahwa tantangan pembangunan di lapangan dapat diatasi dengan kekompakan.
"Kerja sama ini adalah bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan semangat kebersamaan antara TNI, staf desa, BPD, hingga LPM, kami optimis pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dapat berjalan lancar dan segera memberikan manfaat ekonomi maupun aksesibilitas bagi warga," ungkapnya.
Proses pengecoran terus dikebut dengan mengedepankan kualitas bangunan agar jembatan ini nantinya kokoh dan aman digunakan dalam jangka panjang. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi motor penggerak utama dalam setiap tahap pembangunan infrastruktur ini. (Red).


