Media DNN - Bali | Dalam upaya menekan risiko bencana alam di wilayah Kabupaten Jembrana, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1617/Jembrana, Kapten Inf. Arafik, menggelar sosialisasi intensif kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan dan penataan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menyasar komponen masyarakat guna membangun kesadaran kolektif terhadap kelestarian alam sekitar.
Dalam penyampaiannya, Pasiter Kodim 1617/Jembrana, Kapten Inf. Arafik menegaskan bahwa sebagian besar bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, erat kaitannya dengan kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, penataan lingkungan yang benar mutlak dilakukan sejak dini.
"Kita tidak bisa memprediksi cuaca secara pasti, tetapi kita bisa meminimalisir dampaknya. Kuncinya ada pada bagaimana kita mengelola lingkungan tempat tinggal kita. Jangan membuang sampah sembarangan, jaga daerah aliran sungai, dan mari kita galakkan kembali penghijauan," ujar Kapten Inf. Arafik di hadapan warga.
Beberapa poin krusial yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut meliputi:
•Sistem Drainase yang Baik: Mengajak warga bergotong-royong membersihkan saluran air guna mencegah luapan air saat intensitas hujan tinggi.
•Penghijauan (Reboisasi): Menanam pohon berakar kuat di lahan-lahan kritis atau miring untuk mengikat tanah dan mencegah longsor.
•Manajemen Sampah: Mengedukasi masyarakat agar tidak menjadikan sungai atau selokan sebagai tempat pembuangan akhir.
Kapten Inf. Arafik juga menambahkan bahwa Kodim 1617/Jembrana berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat bencana terjadi, melainkan lebih fokus pada langkah-langkah pencegahan (mitigasi).
Melalui sosialisasi ini, diharapkan tumbuh sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ruang hidup yang aman, asri, dan bebas dari ancaman bencana demi keselamatan generasi mendatang. (Red).
