-->

Type something and hit enter


By On
advertise here

Foto : Papan info publik penataan halaman Gedung Serba Guna, Kec. Solear.

Media DNN - Tangerang | Beberapa rangkaian penilaian kegiatan paket kegiatan penataan halaman Gedung Serba Guna Kecamatan Solear, yang meliputi kegiatan pembangunan tembok Penahan Tanah (TPT), pemasangan Paving blok, dan perkerasan jalan beton yang di kemas dalam satu paket dengan nilai anggaran sebesar Rp. 197.190 000,- (seratus sembilan puluh tuju juta sembilan belas ribu rupiah). 

Paket kegiatan di bawah naungan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, dengan kontraktor pelaksana CV PUTRA MATAGARA GEMILANG, di nilai sarat dengan penyimpangan bestek dan penggelapan RAB, dari tiga jenis kegiatan yang di duga paling dominan melakukan dugaan penyimpangan dan dikerjakan asal - asalan yaitu,  

Kegiatan pengerasan jalan beton lebar kurang lebih 3 meter dan panjang sekitar 50 meter, ketebalan 15 cm menggunakan besi struktur wermesh, tampak terkesan dikerjakan asal jadi tanpa mempertimbangkan kualitas,

Teknis pengecoran yang dilakukan dengan sistim lansir pock, yang di lakukan pada hari Jumat sore, tanggal 17 Desember 2022, diduga menyimpang dari bestek yang telah di tentukan, semisal penggunaan besi wermes tidak di ikat, kemudian tidak di pasang decking besi sebagai penahan besi, agar letak besi presisi di Tengah - tengah beton tanpa ada ikatan antar sambungan besi yang di duga sisa proyek lain dengan panjang lebar bervariasi, sekitar 2 meter kali 3 meter ada juga yang panjang 2 meter kali satu setengah meter, di ampar di bidang lahan jalan yang akan di cor,

Kolase photo, proyek penataan Halaman GSG Solear.

Mengundang reaksi Alek, salah satu warga sekitar yang pernah berprofesi sebagai kontraktor, dan juga pegiat sosial, 

"pembesian yang terlihat di lokasi di duga asal asalan, cuma di letakan di atas hamparan batu beskos, tanpa ada penahan besi atau decking besi. Jadi fungsi penulangan di khawatirkan tidak berfungsi, kualitas jalan mudah retak karena proses pengikatan besi oleh beton tidak presisi, kurang berfungsi sebagai penulangan untuk menjaga keretakan", Ujar Alek saat ditemui awak media sekitar lokasi proyek, 18/12/2022.

Lebih lanjut Alek mengatakan, "termasuk pasca pengecoran sesuai aturan pengecoran jalan, guna menghindari keretakan karena panasnya beton disaat kering, akan lebih bagus beton yang sudah kering di siram air atau di tutup karung basah, guna menjaga keretakan dari panasnya beton di saat kering dan sengatan matahari, termasuk cutting atau irisan beton dengan gerinda dengan ketebalan 2 cm, juga tidak di laksanakan, terlihat ada cairan aspal yang di siram melintang seolah - olah sudah dilakukan cutting itu fiktif, aslinya tidak di lakukan pengirisan beton atau cutting, jadi siraman aspal di duga hanya memanipulasi, seakan - akan di lakukan cutting dengan gerinda pemotong beton, padahal ngga, ini juga perlu di pertanggung jawabkan," Papar Alek 19/12/2022.


(Mlr/Jk)

Click to comment