Media DNN - Jawa Tengah | Adanya lubang besar menganga yang berada tepat dibadan jalan depan Kantor Dinas Pendidikan, Jl.Dr.Wahidin No.118 Kota Semarang menjadi sorotan tajam warga masyarakat pengguna jalan.
Dari pantauan awak media dilapangan ini sangat mengganggu masyarakat pengguna jalan, dan berpotensi menimbulkan masalah besar dan mencelakakan keselamatan jiwa bagi warga maupun masyarakat pengguna jalan.
"Bahwasanya, lubang besar ini yang menyebutnya" Black Hole"kok pemerintah kota tutup mata atas kerusakan dan lubang besar ini, dan tidak ada perhatian sama sekali atas keselamatan masyarakat pengguna jalan,"ungkap warga masyarakat saat berbincang-bincang dengan awak media dilokasi pada, Senin (23/02/2026).
Ironisnya, kerusakan terjadi tepat di depan kantor instansi pemerintah (Dinas Pendidikan), dimana masyarakat dituntut tertib dan disiplin di kawasan pemerintah yang nota bene kondisi infrastrukturnya di jantung pelayanan publik, justru terkesan lepas dari pantauan dan pengawasan Pemerintah Kota Semarang.
"Menurut masyarakat, bahwasanya Jl.Dr.Wahidin merupakan jalur padat kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, sedang lubang menganga di tengah arus lalu lintas bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi menjadi ancaman nyata bagi pengendara roda dua khususnya, karena satu kesalahan kecil bisa berujung kecelakaan serius yang bisa merenggut nyawa,"tegas masyarakat dilokasi.
"Kejadian ini kembali memunculkan pertanyaan besar,
kemana pengawasan rutin terhadap kondisi jalan? Apakah perawatan infrastruktur hanya bersifat reaktif setelah viral atau memakan korban nyawa nantinya,"ungkap Mul masyarakat pengguna jalan kepada awak media.
Permasalahan ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang khususnya,melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan permanen, bukan hanya sekedar tambal sulam, apa yang menjadi penyebab jalan berlubang, apakah karena drainase rusak, konstruksi yang lemah, atau faktor lain, yang menjadi tuntutan publik masyarakat.
Keselamatan warga bukan perkara sepele, adanya lubang sebesar ini bisa muncul di depan kantor oemerintahan, bagaimana dengan titik-titik lain yang jauh dari sorotan dan pantauan, dan sampai berita ini di publikasikan belum ada respon dari Pemerintah Kota Semarang. (Jack).
